Do you know why it's hard to say goodbye? Because we afraid if our memories might not be able to remember them, rightly. The fact is, goodbye means good. No matter how hard.
~Aurora Esterlia

Classic Time 2

Hehehe, masih on fire nih gue. Ada satu cerita lagi. Kali ini juga di zaman jadul.

Rain adalah seorang anak perempuan tunggal yang kedua orang tuanya bangsawan kaya dan memiliki taman bunga sangat luas. Satu hari, seorang pengelana lewat dan diterima dengan hangat, namanya Max. Max dan Rain pun saling jatuh cinta. Max selama itu bekerja sebagai seorang yang memiliki banyak hubungan dengan berbagai macam pedagang dan sangat membantu usaha keluarga Rain. Mereka berdua merancangkan pernikahan. Sayangnya, pada hari pernikahan, Max dan Rain harus berpisah karena Max diketahui seorang penipu. Bahkan Max bukan nama aslinya. Hari itu, Max hanya memandang Rain sebelum ia pergi kabur. Rain patah hati dan sejak itu ia menjadi tidak mau mengenal kehidupan di luar sana.

Di bagian dunia lain, ada dua sahabat, keduanya adalah pemain teatrikal dan pandai bernyanyi, bermain musik, artis keliling, Jerome dan Romano. Jerome baru saja patah hati karena wanita Meksiko yang ia suka selingkuh dengan pria lain. Romano di lain pihak, ia suka ganti perempuan dan tidak peduli. Keduanya diasuh oleh Hanson, Lelaki tua yang pencinta bisnis musik. Hanson bersahabat dengan seorang panglima muda, Wallace, tunangan Rain yang ternyata Rain menolak menikahi Wallace karena Max. Semenjak kejadian Max itu, Wallace menganggap Rain adalah saudaranya sendiri. Ia pun sudah menemukan wanita lain. Tapi, ia tetap menyayangi Rain dan ia berharap Rain dapat melupakan Max. Wallace pun meminta Hanson untuk membawa pria yang pantas untuk Rain, karena Rain sangat menyukai lelaki yang pintar musik.

Hanson pun menanyakan semua para pemain musik akan kisah Rain ini, dan yang tertarik adalah Jerome dan Romano. Keduanya setuju untuk mendatangi Rain dan merebut hatinya. Sampai disana, Wallace kaget, keduanya memiliki wajah seperti bangsawan. Wallace agak khawatir dengan gaya kepribadian Romano yang ia datang bersama dengan perempuan-perempuannya. Wallace segera mengusir perempuan-perempuan itu, hingga membuat Romano berkelahi dengan Wallace. Dimana berakhir Romano kalah. Jerome pun menghentikan perkelahian. Keduanya tidak boleh dipertemukan dengan Rain dulu. Keduanya dilatih untuk menjadi bangsawan. Karena mereka adalah artis yang ahli, mereka dengan mudah beradaptasi. Terakhir Wallace menantang mereka dengan musik. Yang nyatanya, Wallace kalah.

Keduanya pun diterima oleh Wallace dan ia membawa keduanya diundang ke pesta malam keluarga Rain. Keduanya diperkenalkan oleh Wallace sebagai kawan jauhnya. Rain, di acara itu ternyata telat hadir. Ia masih memiliki ketakutan akan bertemu orang banyak, ia pun meminum obat penenang sangat banyak yang membuatnya bukan dirinya. Ia turun dengan penuh wibawa. Dan, itu membuat Wallace, Jerome, dan Romano takjub. Hari itu dimenangkan oleh Romano. Ia sangat pintar berbincang dan menarik perhatian Rain. Jerome hanya dapat ikut senang dengan Romano. Sedangkan Wallace, ia malah tidak nyaman.

Esoknya, Rain terbangun dan kembali menjadi dirinya. Ia begitu kaget ketika pagi hari, Wallace datang bersama dengan Romano. Rain yang asli suka dengan tampak Romano yang tampan, tapi ia malah lebih sering kabur, dan ini membuat Romano semakin penasaran, seakan Rain adalah wanita yang tidak mudah ditaklukan. Rain bersembunyi hingga ia pun berpakaian menjadi seorang pembantu dalam rumah bangsawannya itu. Ia pergi ke desa, disana ia bertemu dengan Jerome, yang sedang bermain piano di sebuah bar. Rain menangis karena lagu yang Jerome mainkan adalah tentang Jerome patah hati kepada kekasih Meksikonya, dimana juga menggambarkan patah hati Rain terhadap Max.

Jerome yang berjalan pulang ke tempat Rain membuat Rain bingung dan bertanya mengapa Jerome pulang ke arah tempat tinggil keluarga Rain, Jerome pun tidak mengenal Rain karena Rain benar-benar terlihat berbeda. Mereka berhenti di tengah taman penuh bunga. Jerome pun menceritakan kalau ia bersama dengan Romano, sahabatnya, yang sedang dekat dengan anak dari keluarga bangsawan itu. Semenjak itu Rain pun mendengar segala kebaikan Romano dan kisah-kisah kelamnya. Rain seakan-akan belajar untuk tidak takut kepada Romano. Dan, Romano sendiri awalnya hanya ingin main-main, menjadi benar-benar jatuh cinta kepada Rain yang sangat perhatian kepada dirinya. Di lain pihak, Jerome mulai merasakan perasaan cemburu. Ia merasa mengenal diri Rain lebih daripada Romano. Perasaannya itu pun membuat ia menyadari Rain yang suka menyembunyikan identitasnya dan berubah menjadi seorang pembantu. Jerome pun membongkar identitas Rain. Saat itu, sayangnya Jerome tidak sempat menanyakan perasaan Rain yang sebenarnya, karena Romano memergoki mereka berdua. Rain segera menunjukkan dirinya sang kekasih Romano. Jerome sudah berubah, ia menunjukkan pandangan seorang pecemburu.

Jerome pun menjadi jatuh sakit. Seakan-akan Rain pun mulai membagi perhatiannya. Rain pun merawat Jerome hingga sembuh, Romano hanya memandang keduanya yang terlihat bahagia bersama. Romano merayakan acara kesembuhan Jerome, di hari itu Romano melamar Rain. Jerome menunggu apa jawaban Rain, lalu Rain menerimanya. Jerome tahu sekarang kalau ia tidak dibutuhkan di tempat itu. Jerome pun pamit dari tempat itu, Rain sedih sekali. Selama ini, Jerome tidak pernah menyatakan perasaannya dan Rain mengira Jerome mungkin memang tidak menyukainya. Rain mengira jika ia menolak lamaran Romano, ia juga akan kehilangan Jerome, ternyata malah lebih buruk dari yang ia pikirkan. Rain pun menjadi jauh dari Jerome. Romano meminta Jerome untuk jangan pergi sampai hari pernikahan karena Romano meminta Jerome menjadi Best Man. Jerome pun menerimanya. Selama itu, dalam persiapan pernikahan, ternyata Romano terlalu sibuk dengan semua persiapan ketimbang perasaan Rain. Jerome, di lain pihak, selalu berada meneani Rain.

Hingga sehari sebelum pernikahan, Romano sedang berjalan dengan orang tua Rain, sedangkan Rain sedang berada di tengah taman, ditutupi bunga-bunga. Jerome dari semak-semak keluar dan Rain tidak memperdulikan Jerome yang ternyata ia tertidur sebentar di tengah taman itu. Jerome memandang Rain hingga ia pergi. Lalu, Jerome pun hendak keluar dari tempat itu, dimana tiba-tiba Rain sudah memeluk ia dari belakang. Rain pun mengakui selama ini ia berharap Jerome yang menjadi kekasihnya. Jerome pun berbalik dan ia ingin sekali memberi tahu Rain betapa bahagianya mendengar hal itu. Tapi, Jerome malah mencium kening Rain dan berjalan pergi. Tahu-tahu, dari jauh, seseorang mendatangi mereka berdua. Itu adalah Max. Jerome tidak tahu, tapi Rain berteriak kencang dan pingsan. Jerome berbalik ke arah Rain dan ketika ia berbalik lagi, Max sudah menghilang. Semua orang mendengar teriakan itu, mereka pun melihat Rain yang pingsang digendong oleh Jerome.

Romano menanyakan apa yang terjadi tapi Jerome bilang ia tidak tahu. Hingga sore, tiba-tiba Wallace datang dan menyuruh penjagaan yang ketat. Wallace tidak mengatakan apapun kepada Jerome dan Romano, ia malah segera mendatangi kamar Rain. Wallace mengetahui mimpi buruk Rain, Max datang kembali. Wallace pun mendapatkan Rain ingin sekali bertemu dengan Max, karena kondisi jiwa Rain, pernikahan pun ditunda. Romano marah, sedangkan Jerome ingin tahu sekali keadaan Rain. Lalu, datanglah polisi, dan ia mengatakan status Max sudah bukan lagi seorang penipu, ia berhasil menjadi pengusaha sukses dan ia bersih dari segala tindakan kriminal. Namanya yang sebenarnya Tom Kirk. Tom Kirk hendak melamar Rain. Besoknya, Tom datang. Tom datang dan ia dilarang bertemu dengan Rain, tapi Rain sudah keluar dan kembali berhadapan dengan Tom. Semua orang terdiam. Tom mendatangi Rain dan memeluknya. Tom bilang ia meminta maaf dan ia tetap mencintai Rain. Dihadapan Romano dan Jerome, mereka berdua berciuman.

Romano ia sakit hati sekali. Ia begitu marah dan menjadi obsesif kepada Rain. Sedangkan Jerome, ia hanya memandang Rain dari jauh. Rain pun sudah melupakan Romano. Baik keluarga Rain dan Wallace, mereka sudah mengingatkan akan Tom, tapi Rain tetap memilih dengan Tom. Romano pun menjadi membenci Rain dan ia memilih menghukum Rain atas perasaan sakit hatinya. Pada hari pernikahan Rain dan Tom, Romano dan Jerome tidak datang. Keduanya akan pergi dan bertemu di pelabuhan dengan Hanson. Saat di pelabuhan, Jerome dan Hanson tidak menemukan Romano. Jerome pun mengetahui kemana Romano pergi. Ia pun pergi mendatangi pernikahan. Ternyata ia sudah datang terlambat. Pernikahan itu gagal, karena saat akan mengucapkan janji pernikahan, Romano datang dan hendak akan membunuh Tom, sayangnya malah mengenai Wallace. Wallace pun meninggal dan darahnya mengenai gaun pernikahan Rain.

Romano pun ditangkap dan ia diadili dihukum mati. Semua orang merasa kehilangan akan Wallace, apalagi istrinya yang ditinggal mati. Istrinya Wallace, Narlice, ia menjadi pasif dan dingin kepada Rain. Pernikahan Rain dan Tom pun akan kembali dilakukan. Jerome awalnya juga tidak mengerti akan seluruh tragedi ini, namun ia khawatir kepada Rain. Hanson pun juga sedih dengan kehilangan Romano, dan ia menyesal telah membawa mereka berdua dengan Rain. Hanson bilang kepada Jerome untuk melupakan perasaannya kepada Rain. Ketika Jerome pun menerima permintaan Hanson itu, Jerome melihat dengan mata kepalanya sendiri, Tom dan petinggi polisi itu bekerja sama, Tom memberikan uang akan apa yang telah dilakukan polisi itu untuk membersihkan berkas kejahatannya. Jerome merasa Romano dan Wallace meninggal sia-sia. Jerome pun segera mendatangi Rain.

Rain tidak percaya dengan ucapan Jerome karena petinggi polisi itu adalah paman kesayangannya yang selalu bersamanya dari bayi hingga sekarang. Jerome pun tidak memiliki bukti apapun. Jerome menceritakan semuanya kepada Hanson, Hanson yang mendengar itu awalnya tidak mau membantu tapi Jerome pun mengatakan untuk menegakkan kebenaran demi Romano. Lalu, Hanson pun memberitahu kalau Wallace punya bukti mengenai Tom. Satu-satunya cara untuk mendapatkan itu dengan Jerome mendatangi istri Wallace.

Narlice melihat Jerome pun menjadi sedih dan marah. Ia selalu mengusir Jerome pergi. Tapi, Jerome tetap bersih keras. Jerome bilang kalau Wallace pun menginginkan Rain yang terbaik. Lalu Narlice bilang kalau selama ini Wallace seperti lebih mencintai Rain dibandingkan dirinya. Semua laki-laki seakan-akan mencintai Rain dengan mudah. Narlice menunjukkan bukti kejahatan Tom yang dikumpulkan Wallace. Jerome pun mengetahui kalau Tom ingin menikahi Rain karena keluarga Rain memiliki koneksi besar akan hubungna kerajaan. Tom ingin bisa menguasai pasar dengan hubungan dengan kerajaan. Tom sendiri sudah memiliki lima isteri dan beberapa anak. Kelima isterinya itu ada alamat-alamatnya. Jerome hendak mendatanginya, naun Narlice memilih untuk membakar semua bukti itu. Narlice bilang, "Biar tahu rasa kalian semua."

Jerome pulang dengan tangan hampa. Ia mendatangi Rain untuk terakhir kali. Ia tidak akan datang ke pernikahan Rain. Rain pun mengerti. Keduanya pun berpisah di taman bunga itu. Tempat pertama dan terakhir kali mereka bersama.

Pernikahan pun berjalan dengan lancar. Sampai akhirnya Tom menunggu kedatangan Rain di depan altar pernikahan, tapi Rain tidak pernah datang. Tom dan semua orang panik. Demikian juga dengan orang tua Rain. Sedangkan Jerome sudah berangkat dengan kapal dan berada di tengah laut. Jerome memainkan pipe milik Romano. Ia berada di atas dek. Lalu, seseorang mendekatinya, berpakaian baju pengantin. Rain disana. Rain bilang, "Kalimat terakhir yang Wallace bilang di pangkuan ku kalau aku harus mengejar yang terbaik. Dan, aku tahu siapa yang terbaik bagiku."

Keduanya pun bersatu. Meninggalkan Tom yang tidak tahu kemana Rain pergi. Kedua orang tua Rain mendapatkan surat rahasia dari Rain kalau Rain berharap kedua orangtuanya juga tahu yang terbaik bagi keluarga mereka. Lalu, kedua orang tua Rain mengusir Tom dari wilayah mereka dan tidak mau lagi bekerja sama dalam bentuk apapun. Rain tidak pernah menceritakan mengenai pamannya yang seorang penipu juga. Namun, setelah kejadian itu, paman Rain selalu dihantui oleh amarah Tom.

Rain dan Jerome hidup bahagia dengan Jerome menjadi artis keliling bersama dengan Hanson. 

Comments

Popular posts from this blog

On The Shelf

Warm Hearts of Sisters

My Pottermore