Do you know why it's hard to say goodbye? Because we afraid if our memories might not be able to remember them, rightly. The fact is, goodbye means good. No matter how hard.
~Aurora Esterlia

Persembahan Yang Hidup

Anak Tuhan harus mampu memegang 
Pedang: dalam menangkis
dan Batu Bata: dalam membangun
(Multi-tasking)

Roma 12:1-21

A. Kita secara spesial ditenun oleh Tuhan sejak awal (Yesaya 43:7)
Kita diciptakan untuk kemuliaan Tuhan. Bukan lagi hidup untuk diri sendiri tapi hidup kita adalah untuk Tuhan. Setiap orang.
Untuk Tuhan, bagaimana caranya?
Persembahkan diri/tubuh kita yang kudus. Hari ini kita telah dikuduskan oleh darah Kristus maka setiap hari kita bisa menjadi persembahan yang kudus di mata Tuhan. Karena darah Yesus, setiap hari di dalam kelemahan daging kita, kita telah menjadi Bait Allah.
Bagian kita: Terus berperang melawan kelemahan kedagingan setiap hari, jangan jatuh kembali. Minta Tuhan kuatkan kita.

B. Persembahan bagi Tuhan ialah Tanya Langsung kepada Tuhan (Roma 12:3)
Jangan sok tahu (Roma 12:2), Tuhan kita tidak terselami. 
Bagian kita: Bangun hubungan dengan Tuhan. Untuk pakai caranya Tuhan, kita datanglah kepada Tuhan dengan keadaan tidak tahu apa-apa. Serahkan semua, kita minta Tuhan yang memberikan apa yang harus dilakukan. Mau diajar oleh Tuhan Yesus sendiri. Tubuh kita ga akan cukup untuk membalas semua kebaikan Tuhan. So, pr ada dalam tuntunan Tuhan. Ia menyediakan segala ya, berikan Ia yang terbaik.

C. Memberi persembahan sesuai dengan tugas yang telah Tuhan taruh dalam hidup kita.
Kenali dirimu di hadapan Tuhan, apa visimu di mata Tuhan. Visimu dari Tuhan dapat kamu dapatkan dalam pemuridan, seperti kita yang merasa belum tahu apa arti kita hidup, ketahuilah: 
Tuhan punya rencana. Kenali proses hidup yang Tuhan berikan, kenali track racing nya. Semua itu kita temukan sejak kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat,Raja,dan Bapa dalam hidup kita. (1 Korintus 9: 24-25)
Bagian kita: Jangan pernah mundur, karena proses yang belum menang akan diproses hingga menang.

PERINGATAN!
1. Ketika kita melakukan persembahan, pasti ada hal yang kita harus berikan. Nyatanya: tidak enak. Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Tuhan. 
Maka: Milikilah kerelaan hati, bersuka cita lah, dan jangan bersungut-sungut. 
Karena kita sendiri tahu, Tuhan tahu yang terbaik untuk kita.
2. Karena untuk Tuhan, jangan setengah-setengah. Jangan bersungut-sungut, karena bersungut-sungut akan malah menjadi kutuk buat kita sendiri. Kita sendiri yang memilih untuk merasakan suatu hal buruk atau tidak, karena kita tahu mana yang baik dan buruk. Dasar kita adalah akal pikir kita. Jadikanlah firman Tuhan sebagai dasar dari segala sesuatu. Biar Tuhan yang pegang kekhawatiranmu.
Kadang-kadang kita lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan. 
Maka: Takutlah ketika Tuhan jauh daripada kita.

Tuhan adalah yang hanya bisa memuaskan kita.
Tuhan Yesus adalah kebahagiaan yang kekal selamanya, tak terpikirkan, dan cinta yang selamanya.

Jesus is Living Sacrifices for our sins. That's love.
It is TRUE.

Comments

Popular posts from this blog

My Pottermore

Warm Hearts of Sisters

Around Girl : Drown